Resume Materi PKKMB FKES (Fakultas KESehatan)
Materi I
Tema : Peran Mahasiswa Kesehatan dalam Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Narasumber : Catur Wulandari
Mahasiswa di bidang kesehatan memiliki peranan penting dalam mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Keterlibatan aktif dalam kedua aspek tersebut memungkinkan mereka tidak hanya mengimplementasikan pengetahuan akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan di lingkungan sosial.
1. Peran dalam Penelitian
Penelitian merupakan landasan utama bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan praktik kesehatan. Mahasiswa dapat berkontribusi melalui:
-
Asistensi penelitian, yakni mendukung dosen atau peneliti senior dalam kegiatan pengumpulan data, analisis, dan penyusunan laporan.
-
Penelitian mandiri, berupa studi sederhana seperti survei kesehatan di kampus atau masyarakat sekitar.
-
Publikasi karya ilmiah, yang menjadi sarana untuk memahami standar akademik dan etika publikasi.
-
Penciptaan solusi inovatif, dengan menemukan dan merancang metode baru untuk mengatasi masalah kesehatan.
2. Peran dalam Pengabdian Masyarakat
Pengabdian masyarakat memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmunya secara langsung. Bentuk keterlibatan tersebut mencakup:
-
Edukasi kesehatan, melalui seminar, kampanye, atau penyuluhan tentang isu vital seperti gizi, imunisasi, dan bahaya rokok.
-
Pelayanan kesehatan dasar, bekerja sama dengan lembaga kesehatan untuk menyelenggarakan bakti sosial atau pemeriksaan sederhana.
-
Pemberdayaan komunitas, dengan melatih masyarakat agar mampu mandiri dalam mengelola kesehatan lingkungan.
-
Advokasi kebijakan, berdasarkan temuan penelitian untuk mendorong regulasi publik yang lebih berpihak pada kesehatan masyarakat.
Kesimpulan
Melalui keterlibatan dalam riset dan pengabdian, mahasiswa kesehatan berkembang menjadi individu yang tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki kepekaan sosial. Mereka dipersiapkan untuk menjadi agen perubahan yang mampu menjawab tantangan kesehatan di masa depan dengan integritas, empati, dan inovasi.
Materi II
Tema : From Organization to Leadership: Personal Branding for The Next Generation
Topik From Organization to Leadership: Personal Branding for the Next Generation menyoroti pentingnya membangun merek pribadi (personal branding) sebagai langkah strategis untuk beralih dari sekadar anggota organisasi menjadi sosok pemimpin.
1. Signifikansi Personal Branding
Personal branding merefleksikan citra, reputasi, dan persepsi orang lain terhadap individu. Dalam era digital, branding tidak hanya berkaitan dengan nama atau jabatan, tetapi juga menyangkut nilai, keahlian, serta kontribusi unik. Merek pribadi yang kuat berfungsi sebagai:
-
Pembeda, yang membuat individu menonjol di tengah persaingan ketat.
-
Peningkat visibilitas, yang membuka peluang baru, baik berupa promosi maupun penugasan strategis.
-
Pembangun kredibilitas, melalui konsistensi dan otentisitas yang menumbuhkan kepercayaan publik.
2. Strategi Membangun Personal Branding untuk Kepemimpinan
Proses ini mencakup beberapa tahapan utama:
-
Identifikasi diri, dengan menetapkan nilai inti, mengenali keahlian khusus, dan menentukan visi serta tujuan jangka panjang.
-
Penyusunan narasi, yakni merangkai cerita personal yang konsisten dan relevan, yang tercermin dalam profil profesional maupun interaksi sehari-hari.
-
Aktivasi merek, melalui keterlibatan aktif di platform digital, partisipasi dalam jejaring profesional, serta pembuktian potensi kepemimpinan melalui inisiatif nyata.
3. Tantangan Generasi Muda
Generasi mendatang menghadapi dilema antara kehidupan personal dan profesional yang kian kabur di media sosial. Untuk itu, diperlukan:
-
Konsistensi citra, baik secara daring maupun luring.
-
Otentisitas, agar personal branding tidak terjebak pada kepalsuan.
-
Manajemen reputasi, dengan mengelola jejak digital secara hati-hati dan terencana.
Kesimpulan
Personal branding bukan sekadar strategi promosi diri, tetapi merupakan fondasi penting dalam perjalanan menuju kepemimpinan. Dengan mengedepankan nilai, keahlian, dan narasi otentik, generasi muda dapat membangun citra profesional yang kredibel, memperluas peluang, serta mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan.
Materi III
Tema : Feature Ready Mindset:
Jadi Mahasiswa Kesehatan Yang Kuat Nggak Gampang Kaget Sama Dunia
Narasumber : Erricha Darin Irbah,S.Gz
Future Ready Mindset Z :
merupakan pola pikir proaktif yang mempersiapkan mahasiswa kesehatan untuk menghadapi dinamika dunia kerja yang penuh ketidakpastian. Konsep ini tidak hanya menekankan penguasaan ilmu klinis, tetapi juga menuntut daya adaptasi, ketahanan, serta kesiapan mental agar lulusan mampu menghadapi realitas profesional tanpa keterkejutan.
Transformasi dalam bidang kesehatan—didukung oleh teknologi, data, dan perubahan demografi—membuat kurikulum tradisional sering kali belum cukup menjawab tantangan nyata. Oleh karena itu, penguasaan Future Ready Mindset menjadi jembatan antara teori akademik dan praktik di lapangan.
Pilar-Pilar Utama Future Ready Mindset
-
Adaptabilitas dan Fleksibilitas
-
Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sistem, teknologi, dan situasi klinis.
-
Dikembangkan melalui pembelajaran mandiri, keterbukaan pada inovasi, serta latihan simulasi kasus.
-
-
Keterampilan Kritis (Critical Skills)
-
Meliputi komunikasi, kolaborasi, empati, dan kecerdasan emosional.
-
Diperoleh melalui interaksi dalam proyek tim, praktik komunikasi efektif dengan pasien, serta pemahaman terhadap keberagaman emosi.
-
-
Pembelajaran Sepanjang Hayat (Lifelong Learning)
-
Menekankan kesadaran bahwa pengetahuan medis terus berkembang.
-
Diperkuat melalui sikap ingin tahu, partisipasi dalam seminar atau konferensi, serta membangun jejaring profesional.
-
-
Ketahanan Mental (Resilience)
-
Diperlukan untuk menghadapi tekanan emosional, kegagalan, dan risiko kelelahan kerja.
-
Dikembangkan dengan manajemen stres, dukungan sosial, dan kemampuan menetapkan batasan agar kesejahteraan diri tetap terjaga.
-
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Future Ready Mindset adalah investasi diri yang mempersiapkan mahasiswa kesehatan menjadi profesional tangguh. Dengan memadukan keahlian klinis, sikap adaptif, keterampilan interpersonal, komitmen terhadap pembelajaran berkelanjutan, serta resiliensi, lulusan akan siap menghadapi tantangan global dalam dunia kesehatan dengan kompetensi dan keteguhan mental yang seimbang.
Lihat juga resume teman saya Shangga Fasha Gading
Media Sosial UNUSA
- Facebook: https://www.facebook.com/unusaofficialfb
- Instagram: https://www.instagram.com/unusa_official/
- Youtube: https://www.youtube.com/@unusa_official
- Twitter (X); https://x.com/unusa official?lang=en
- Tiktok: https://www.tiktok.com/@unusa_official

Komentar
Posting Komentar